Polsek Sei Beduk Rangkul Tokoh NTT dan LAM, Redam Isu Pasca Insiden Jembatan 3
DNMEDIA.MY.ID BATAM — Isu terkait insiden yang terjadi di kawasan Setokok, Barelang, Kota Batam, menjadi perhatian aparat kepolisian. Untuk mencegah munculnya ketegangan dan provokasi, Kanit Intel Polsek Sei Beduk, Sony, bergerak cepat dengan mempertemukan sejumlah tokoh masyarakat dari dua kelompok di wilayah Sei Beduk, Senin (15/9/2026).
Pertemuan tersebut melibatkan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Sei Beduk, Datok Ruslan, bersama tokoh masyarakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT/Flores). Mereka duduk bersama dalam suasana santai sambil menikmati bandrek dan membahas situasi yang berkembang pascainsiden di Setokok, Barelang.
Dalam pertemuan itu, Sony mengingatkan kedua pihak agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar, terlebih informasi yang belum diketahui kebenarannya.
“Kita jangan sampai terprovokasi. Jangan terpancing dengan situasi yang ada. Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas di wilayah Sei Beduk,” pesan Sony dalam pertemuan tersebut.
Langkah mempertemukan kedua tokoh tersebut dinilai penting untuk menjaga komunikasi antarkelompok sekaligus mencegah isu di media sosial maupun informasi dari mulut ke mulut berkembang menjadi persoalan baru.
Polsek Sei Beduk juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan dialog apabila terjadi persoalan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua LAM Sei Beduk Datok Ruslan bersama tokoh masyarakat NTT menyatakan pentingnya menjaga suasana tetap aman dan tidak memperkeruh keadaan akibat informasi yang belum terkonfirmasi.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu upaya meredam potensi konflik sekaligus memperkuat komunikasi antara tokoh masyarakat, sehingga situasi keamanan di wilayah Sei Beduk tetap kondusif.
Catatan: Informasi mengenai adanya dua korban meninggal dunia dan enam korban cedera dalam insiden di Setokok/Barelang perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak kepolisian atau instansi berwenang sebelum dimuat sebagai fakta pasti.