Tiga Tahun Rumah Tahfidz Darusshofa, MABIT di Durai Jadi Momentum Perkuat Generasi Qur’ani

Terkini 01 Oct 2026 11:32 • 3 min read • 98 views • By DNMEDIA PIAN
Tiga Tahun Rumah Tahfidz Darusshofa, MABIT di Durai Jadi Momentum Perkuat Generasi Qur’ani
Tiga Tahun Rumah Tahfidz Darusshofa, MABIT di Durai Jadi Momentum Perkuat Generasi Qur’ani

DNMEDIA.MY.ID DURAI, KARIMUN — Tiga tahun perjalanan Rumah Tahfidz Darusshofa menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam membina generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta karakter yang baik.

Momentum milad ke-3 tersebut diisi dengan kegiatan MABIT atau Malam Bina Iman dan Takwa yang dilaksanakan di Durai, Kabupaten Karimun. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri untuk menghidupkan malam dengan tilawah, tahfidz, ibadah, kajian keislaman, serta kebersamaan.

Selama tiga tahun, Rumah Tahfidz Darusshofa terus berupaya menghadirkan pendidikan Al-Qur’an yang dekat dengan masyarakat. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan menghafal, tetapi juga pada pembentukan adab, kedisiplinan dan akhlak para santri.

Harapan Pembina Yayasan BDK Nofpian

Pembina Yayasan Babuddawah Darusshofa Karimun, Nofpian, berharap perjalanan tiga tahun Rumah Tahfidz Darusshofa dapat menjadi awal dari langkah yang lebih besar dalam membangun pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Harapan kami, Rumah Tahfidz Darusshofa terus berkembang dan semakin banyak memberikan manfaat. Bukan hanya melahirkan anak-anak yang hafal Al-Qur’an, tetapi juga generasi yang memahami, mengamalkan dan memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.”

Menurutnya, keberadaan rumah tahfidz merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk generasi. Karena itu, dukungan masyarakat, orang tua dan seluruh pihak sangat dibutuhkan agar pembinaan Al-Qur’an dapat terus berjalan.

Motivasi Pimpinan Yayasan BDK

Sementara itu, Pimpinan Yayasan Babuddawah Darusshofa Karimun, Ustaz Muhammad Ashari, memberikan motivasi kepada para santri agar tidak menjadikan hafalan sebagai tujuan akhir.

“Teruslah belajar dan dekat dengan Al-Qur’an. Menghafal adalah awal, tetapi yang paling penting adalah bagaimana Al-Qur’an menjadi pedoman dalam kehidupan, membentuk akhlak dan membimbing kita menjadi manusia yang bermanfaat.”

Ia juga mengajak para santri untuk tidak mudah menyerah dalam menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, setiap ayat yang dipelajari dan dihafalkan merupakan bagian dari perjuangan yang memiliki nilai kebaikan.

Respons Masyarakat dan Orang Tua Santri

Kegiatan MABIT dan milad ini juga mendapat respons positif dari masyarakat setempat dan orang tua santri.

Bagi masyarakat, keberadaan Rumah Tahfidz Darusshofa dinilai memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk mengisi waktu dengan kegiatan keagamaan, khususnya pembelajaran Al-Qur’an.

Sementara bagi orang tua santri, kegiatan seperti MABIT menjadi pengalaman penting bagi anak-anak untuk belajar mandiri, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat ibadah dan membangun kebersamaan dengan sesama santri.

Para orang tua berharap program pembinaan dapat terus berlanjut dan semakin berkembang, sehingga anak-anak memiliki lingkungan pendidikan yang mendukung pertumbuhan mereka sebagai generasi yang mencintai Al-Qur’an.

Tiga Tahun, Terus Berkembang

Milad tiga tahun Rumah Tahfidz Darusshofa bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum evaluasi sekaligus menatap perjalanan ke depan.

Dengan semangat “Bersama Al-Qur’an, Kita Tumbuhkan Iman dan Akhlak Mulia,” Darusshofa diharapkan terus hadir di tengah masyarakat sebagai tempat belajar, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an.

Dari Karimun hingga Durai, semangat pembinaan generasi Qur’ani terus diupayakan.

Berkarya, Berkembang, Bersama Umat.

DNM.INFO — Media Online Nasional