LAM KEPRI KOTA BATAM TERIMA KUNJUNGAN UNIVERSITI TEKNOLOGI MARA MALAYSIA, ANGKAT WARISAN KESULTANAN MELAYU NUSANTARA
DNMEDIA.MY.ID BATAM — Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau Kota Batam menerima kunjungan dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dalam rangka kegiatan bertema “Jelajah Kesultanan Melayu Nusantara”, Kamis, 24 September 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang mempertemukan unsur akademisi dengan lembaga adat untuk mengenal lebih dekat sejarah, kebudayaan, adat istiadat serta warisan Kesultanan Melayu yang berkembang di kawasan Nusantara, khususnya di wilayah Kepulauan Riau dan Kota Batam.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Universiti Teknologi MARA Malaysia disambut oleh jajaran Pengurus LAM Kepri Kota Batam. Suasana pertemuan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan dan penuh semangat kebudayaan.
Kegiatan “Jelajah Kesultanan Melayu Nusantara” dinilai memiliki arti penting dalam memperkenalkan kembali jejak sejarah dan kebudayaan Melayu yang tidak hanya berkembang di satu wilayah, tetapi memiliki hubungan sejarah yang luas di kawasan Nusantara, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Kepulauan Riau sendiri memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan kebudayaan Melayu. Berbagai peninggalan sejarah, tradisi, bahasa, adat istiadat dan nilai-nilai kemelayuan masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat hingga saat ini.
Melalui kunjungan tersebut, para peserta juga dapat memperoleh pemahaman mengenai keberadaan lembaga adat serta peran masyarakat dalam menjaga dan meneruskan warisan budaya Melayu kepada generasi muda.
LAM Kepri Kota Batam menyambut baik kunjungan akademik dan budaya tersebut. Pertemuan seperti ini diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan serta memperkuat hubungan kebudayaan antara masyarakat Melayu di Kepulauan Riau dengan masyarakat Melayu di Malaysia.
Selain menjadi sarana pembelajaran sejarah, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Kota Batam sebagai salah satu wilayah yang memiliki kekayaan budaya Melayu sekaligus berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura.
Kegiatan “Jelajah Kesultanan Melayu Nusantara” diharapkan tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendokumentasikan, mempelajari dan melestarikan sejarah serta kebudayaan Melayu Nusantara.
Dengan adanya keterlibatan kalangan akademisi, lembaga adat dan masyarakat, warisan budaya Melayu diharapkan dapat terus dipahami oleh generasi muda serta tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat di kawasan Nusantara.
R/PIAN