Warga Tembilahan Jadi Korban Gigitan Monyet Liar, Warga Resah Minta Penanganan Serius

Terkini 05 Aug 2026 18:58 2 min read 25 views By Catatan Tembilahan DNMEDIA
Warga Tembilahan Jadi Korban Gigitan Monyet Liar, Warga Resah Minta Penanganan Serius
Warga Tembilahan Jadi Korban Gigitan Monyet Liar, Warga Resah Minta Penanganan Serius

TEMBILAHAN – Teror monyet liar ekor panjang yang mengamuk di kawasan permukiman padat penduduk Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, semakin meresahkan masyarakat. Sedikitnya 17 warga dilaporkan menjadi korban serangan dan gigitan monyet liar dalam rentang waktu sejak akhir Juli hingga awal Agustus 2026.

Serangan satwa liar tersebut terjadi di sejumlah lingkungan permukiman yang berada di wilayah Kota Tembilahan. Monyet liar yang diduga berasal dari kawasan hutan atau habitat yang mulai terganggu itu dilaporkan berkeliaran memasuki rumah-rumah warga, menyerang pejalan kaki, hingga menggigit masyarakat yang melintas.

Akibat kejadian tersebut, para korban mengalami luka gigitan dan cakaran di beberapa bagian tubuh. Sebagian korban harus mendapatkan perawatan medis guna mencegah risiko infeksi maupun penularan penyakit akibat gigitan satwa liar.

Masyarakat mengaku merasa takut untuk beraktivitas di luar rumah, terutama anak-anak dan lansia yang dinilai menjadi kelompok paling rentan menjadi sasaran serangan monyet liar tersebut.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk menangani keberadaan monyet liar yang semakin agresif. Mereka meminta dilakukan evakuasi terhadap satwa tersebut agar tidak kembali menimbulkan korban.

Selain membahayakan keselamatan warga, keberadaan monyet liar juga dilaporkan merusak tanaman, mengambil makanan di rumah penduduk, serta memasuki pekarangan warga sehingga menambah keresahan masyarakat.

Pakar satwa menjelaskan bahwa meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar dapat dipengaruhi oleh berkurangnya habitat alami, keterbatasan sumber makanan di hutan, maupun perubahan lingkungan yang memaksa satwa memasuki kawasan permukiman.

Masyarakat diimbau untuk tidak memancing perhatian monyet dengan memberikan makanan atau berusaha menangkapnya sendiri karena tindakan tersebut dapat memicu perilaku yang lebih agresif. Warga juga diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila kembali melihat keberadaan monyet liar di sekitar lingkungan mereka.

Pemerintah daerah diharapkan segera berkoordinasi dengan instansi yang berwenang di bidang konservasi satwa untuk melakukan penanganan secara aman dan sesuai prosedur, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga sekaligus memperhatikan kelestarian satwa liar.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya upaya menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dan habitat satwa liar agar konflik serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

 
 

Recent Articles

Chat with us on WhatsApp