Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Hikmah Telaga Tujuh, Perkuat Ukhuwah dan Keteladanan Rasulullah

Terkini 25 Aug 2026 16:03 • 6 min read • 95 views • By PN22
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Hikmah Telaga Tujuh, Perkuat Ukhuwah dan Keteladanan Rasulullah
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Hikmah Telaga Tujuh, Perkuat Ukhuwah dan Keteladanan Rasulullah

DNM.INFO KEPRI. DURAI, KARIMUN — Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Jami Al-Hikmah, Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Durai, Kabupaten Karimun. (25/08/2026)

Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri PHBI Desa Telaga Tujuh Muhammad Lutfi, S.Pd.I., Kepala Desa Telaga Tujuh Ashari, S.Sos., Camat Durai Al Mizaan, S.IP., tokoh masyarakat Kecamatan Durai, para orang tua, jamaah Masjid Jami Al-Hikmah, serta masyarakat Desa Telaga Tujuh.

Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah Muhammad SAW, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan mengajak masyarakat kembali meneladani akhlak, perjuangan, kesabaran serta kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian Acara Diisi Penampilan Anak-Anak TPQ Al-Hikmah

Kegiatan diawali dengan rangkaian acara keagamaan yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Salah satu agenda yang mendapat perhatian jamaah adalah pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan oleh santri TPQ Al-Hikmah.

Penampilan anak-anak TPQ Al-Hikmah kemudian dilanjutkan dengan lantunan sholawat. Suasana masjid semakin semarak ketika para santri bersama-sama melantunkan sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Kehadiran para santri dalam rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun keberanian dan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an serta ajaran Rasulullah SAW.

Ketua PHBI: Maulid Menjadi Momentum Memperkuat Ukhuwah

Ketua PHBI Desa Telaga Tujuh, Muhammad Lutfi, S.Pd.I., dalam keterangannya menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Menurutnya, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepedulian dan menjaga persaudaraan harus terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah. Bukan hanya dengan memperbanyak sholawat, tetapi juga dengan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui kegiatan ini ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat semakin kuat dan anak-anak kita semakin dekat dengan Al-Qur'an serta ajaran Rasulullah SAW,” ujar Muhammad Lutfi.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah ikut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya para jamaah, tokoh masyarakat, pemerintah desa, TPQ Al-Hikmah dan seluruh masyarakat yang hadir.

Kepala Desa: Jadikan Rasulullah sebagai Teladan dalam Kehidupan

Sementara itu, Kepala Desa Telaga Tujuh, Ashari, S.Sos., dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

Ia mengatakan, kehidupan bermasyarakat membutuhkan sikap saling menghargai, saling membantu dan menjaga kerukunan sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mari kita bersama-sama mengambil hikmah dari kehidupan Rasulullah. Beliau memberikan contoh bagaimana membangun masyarakat dengan akhlak yang baik, penuh kasih sayang, saling menghormati dan menjaga persaudaraan. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk kita terapkan di Desa Telaga Tujuh,” tutur Ashari.

Kepala Desa juga menyampaikan apresiasi kepada PHBI dan masyarakat yang telah melaksanakan kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan jamaah.

Camat Durai: Generasi Muda Harus Dekat dengan Al-Qur'an

Dalam kesempatan yang sama, Camat Durai Al Mizaan, S.IP., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap keteladanan Rasulullah SAW.

Ia menekankan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur'an, memahami ajaran agama dan memiliki akhlak yang baik.

“Rasulullah Muhammad SAW adalah teladan bagi seluruh umat. Karena itu, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan peringatan saja, tetapi menjadi pengingat bagi kita untuk memperbaiki akhlak, memperkuat ibadah dan menjaga hubungan baik dengan sesama,” ujar Al Mizaan.

Camat Durai juga memberikan apresiasi terhadap keterlibatan anak-anak TPQ Al-Hikmah dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, penampilan para santri menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan sejak usia dini sangat penting untuk menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara pendidikan, tetapi juga memiliki dasar agama dan akhlak yang kuat.

Ceramah Maulid Disampaikan Ustaz Candra Ipandi Al-Hafiz

Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Pengasuh Rumah Tahfidzul Qur'an Darusshofa Durai Karimun, Ustaz Candra Ipandi, Al-Hafiz.

Dalam ceramahnya, Ustaz Candra mengangkat tema tentang kecintaan kepada Rasulullah SAW dan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan mengaku sebagai umatnya. Kecintaan tersebut harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang mengikuti ajaran serta keteladanan Rasulullah.

“Maulid Nabi bukan sekadar mengingat kapan Rasulullah SAW dilahirkan. Lebih dari itu, Maulid adalah momentum untuk bertanya kepada diri kita masing-masing, sejauh mana kita sudah mengenal Rasulullah, mencintai Rasulullah dan mengikuti akhlak Rasulullah dalam kehidupan kita,” jelas Ustaz Candra.

Ia mengingatkan jamaah bahwa Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang memiliki akhlak mulia. Kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, rendah hati dan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian dari keteladanan Rasulullah yang harus diteruskan oleh umat Islam.

“Kalau kita ingin masyarakat kita rukun, maka mari kita hidupkan akhlak Rasulullah di tengah keluarga dan masyarakat. Kalau ingin anak-anak kita menjadi generasi yang baik, dekatkan mereka dengan Al-Qur'an, masjid dan lingkungan yang mengajarkan kebaikan,” tuturnya.

Ustaz Candra juga mengajak para orang tua untuk memberikan perhatian terhadap pendidikan agama anak-anak. Menurutnya, generasi muda merupakan penerus kehidupan masyarakat sehingga harus dibekali dengan ilmu agama dan akhlak sejak dini.

“Jangan hanya kita berharap anak kita pintar, tetapi kita juga harus berharap mereka menjadi anak yang berakhlak. Anak yang dekat dengan Al-Qur'an, menghormati orang tua, menghargai guru dan mencintai sesama,” katanya.

Ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan generasi muda.

Bangun Generasi Qur'ani dari Masjid

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Hikmah menjadi salah satu momentum untuk memperlihatkan semangat masyarakat dalam menjaga kegiatan keagamaan di Desa Telaga Tujuh.

Keterlibatan TPQ Al-Hikmah dalam pembacaan Al-Qur'an dan penampilan sholawat juga menjadi gambaran bahwa pembinaan generasi Qur'ani terus mendapat tempat di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peringatan Maulid Nabi saja, tetapi dapat dilanjutkan dengan semakin aktifnya kegiatan keagamaan, pembinaan anak-anak dan remaja, serta kegiatan yang memperkuat silaturahmi masyarakat.

Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat Desa Telaga Tujuh diharapkan semakin mempererat persaudaraan, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengamalkan nilai-nilai akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semangat Maulid Nabi, mari perbanyak sholawat, kuatkan ukhuwah, dekatkan generasi dengan Al-Qur'an dan jadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun masyarakat yang religius, rukun dan penuh keberkahan.