Monyet Berkeliaran Berhari-hari, Warga Batu Merah RT 27/RW 08 Resah: Jangan Tunggu Ada Korban!
BATAM — Warga RT 27/RW 08, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, mulai resah dengan kemunculan seekor monyet yang berkeliaran di sekitar permukiman warga dalam beberapa hari terakhir.
Hewan tersebut terlihat berada di sekitar rumah-rumah warga dan tidak jarang muncul di area yang biasa menjadi tempat aktivitas masyarakat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi para orang tua yang memiliki anak-anak dan sering bermain di sekitar lingkungan permukiman.
Warga mengaku khawatir keberadaan monyet tersebut dapat menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan apabila tidak segera ditangani. Terlebih, monyet merupakan hewan yang dapat menjadi agresif apabila merasa terganggu, terancam, atau didekati.
Kekhawatiran terbesar warga adalah keselamatan anak-anak. Mereka tidak ingin persoalan ini baru mendapat perhatian setelah terjadi insiden, seperti warga dikejar, digigit, atau mengalami luka akibat serangan hewan tersebut.
“Sudah beberapa hari monyet itu berkeliaran di sekitar rumah warga. Kami khawatir kalau ada anak-anak yang mendekat atau malah dikejar. Jangan sampai menunggu ada korban baru ditangani,” ujar salah seorang warga.
Situasi ini membuat masyarakat meminta agar pihak terkait segera turun tangan melakukan penanganan dan evakuasi terhadap monyet tersebut secara aman dan tidak membahayakan warga maupun hewan.
Warga juga mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menangkap, mengejar, memukul, atau memancing monyet tersebut, karena tindakan tersebut justru dapat membuat hewan semakin agresif.
Masyarakat berharap persoalan ini menjadi perhatian serius pihak terkait. Keberadaan hewan liar di tengah permukiman bukan persoalan yang seharusnya dibiarkan berlarut-larut, apalagi ketika lokasinya berdekatan dengan rumah warga dan aktivitas anak-anak.
Warga RT 27/RW 08 berharap petugas yang memiliki kewenangan dapat segera melakukan pengecekan ke lokasi dan mengambil langkah penanganan sebelum terjadi sesuatu yang lebih serius.
Jangan tunggu ada korban. Keselamatan warga, khususnya anak-anak, harus menjadi prioritas.