Maulid Nabi 1448 H di Mushola Baiturrahim Bangun Sari, Tradisi 56 Ekor Ayam Kampung Tetap Terjaga
DNM.INFO KARIMUN — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Mushola Baiturrahim, Bangun Sari, Kabupaten Karimun, berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang terus dipertahankan setiap tahun.(24/08/2026)
Peringatan Maulid Nabi tahun ini turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, Rodiansyah, yang hadir di tengah-tengah masyarakat dan jamaah Mushola Baiturrahim.
Kehadiran Rodiansyah disambut hangat oleh pengurus mushola dan masyarakat. Selain mengikuti rangkaian kegiatan Maulid Nabi, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi bersama warga.
Tradisi Maulid dengan 56 Ekor Ayam Kampung
Salah satu hal yang menjadi ciri khas dalam pelaksanaan Maulid Nabi di Mushola Baiturrahim adalah tradisi masyarakat dalam mempersiapkan hidangan inkong sebanyak 56 ekor ayam kampung.
Tradisi tersebut telah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kebersamaan masyarakat setiap kali peringatan Maulid Nabi digelar.
Pengurus Mushola Baiturrahim, Kiyai Hendri Purnomo, mengatakan persiapan tersebut merupakan bentuk kebersamaan dan gotong royong masyarakat dalam menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Alhamdulillah, setiap tahun ketika akan melaksanakan Maulid Nabi, masyarakat bersama-sama mempersiapkan inkong. Tahun ini kami mempersiapkan sebanyak 56 ekor ayam kampung. Ini sudah menjadi tradisi yang setiap tahun kami laksanakan,” ungkap Kiyai Hendri Purnomo.
Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya mengenai hidangan yang disiapkan, tetapi lebih kepada semangat kebersamaan masyarakat dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan keagamaan.
“Yang paling penting dari tradisi ini adalah kebersamaannya. Masyarakat saling membantu, bergotong royong dan bersama-sama mempersiapkan segala kebutuhan acara. Mudah-mudahan tradisi ini terus terjaga dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambahnya.
Pengurus Mushola Apresiasi Kehadiran Masyarakat
Kiyai Hendri Purnomo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan jamaah yang telah ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, jamaah dan semua pihak yang telah membantu sehingga acara Maulid Nabi ini dapat terlaksana dengan baik. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rodiansyah yang telah hadir dan bersilaturahmi bersama masyarakat,” katanya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat.
“Maulid Nabi ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengingat kembali perjuangan Rasulullah SAW dan meneladani akhlak beliau. Semoga masyarakat semakin kompak, semakin peduli satu sama lain dan anak-anak kita juga semakin dekat dengan kegiatan keagamaan,” ujarnya.
Masyarakat Antusias Pertahankan Tradisi
Sementara itu, masyarakat yang hadir menyambut baik pelaksanaan Maulid Nabi tersebut. Selain mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, warga juga turut bergotong royong dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan acara.
Menurut salah seorang warga, tradisi yang dilaksanakan setiap tahun tersebut menjadi salah satu momen yang dinantikan masyarakat.
“Kami senang karena setiap tahun kegiatan Maulid Nabi di sini tetap dilaksanakan. Masyarakat bersama-sama membantu mempersiapkan acara, termasuk tradisi inkong ayam kampung. Ini bukan hanya soal makanan, tetapi menjadi bentuk kebersamaan dan gotong royong masyarakat,” ujarnya.
Warga berharap tradisi tersebut tetap dipertahankan dan tidak hilang seiring perkembangan zaman.
“Harapan kami tradisi ini terus dilanjutkan. Anak-anak muda juga harus dilibatkan supaya mereka mengetahui tradisi yang sudah dilakukan masyarakat setiap tahun dan memahami bahwa kebersamaan seperti ini sangat penting,” tambahnya.
Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Ukhuwah
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Mushola Baiturrahim menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan masyarakat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.
Tradisi mempersiapkan 56 ekor ayam kampung setiap pelaksanaan Maulid Nabi menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang terus dijaga masyarakat Bangun Sari.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, masyarakat berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terus dilaksanakan setiap tahun serta menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan memperkuat persaudaraan antarwarga.
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H bukan sekadar peringatan, tetapi juga menjadi momentum menjaga tradisi, mempererat silaturahmi dan meneruskan nilai-nilai kebersamaan kepada generasi berikutnya.