Hujan Deras Picu Banjir di Padang, Ribuan Warga Terdampak dan Aktivitas Lumpuh
PADANG, SUMATERA BARAT – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang dan wilayah sekitarnya menyebabkan banjir bandang melanda sejumlah kawasan pada Senin (3/8/2026). Debit air sungai yang meningkat drastis membuat aliran sungai meluap hingga menggenangi permukiman penduduk dalam waktu singkat.
Arus banjir yang berwarna cokelat pekat membawa lumpur, kayu, dan berbagai material lainnya. Warga yang tinggal di bantaran sungai panik menyelamatkan diri serta berusaha mengamankan barang-barang berharga sebelum air masuk ke dalam rumah.
Berdasarkan laporan sementara, ratusan warga terdampak akibat bencana tersebut. Sejumlah keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena rumah mereka terendam banjir. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan para relawan dikerahkan untuk membantu proses evakuasi serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain merendam kawasan permukiman, banjir juga mengakibatkan akses jalan di beberapa titik terputus akibat genangan air dan derasnya arus. Aktivitas masyarakat terganggu, sementara sejumlah fasilitas umum, tempat ibadah, dan sekolah ikut terdampak.
Pemerintah daerah terus melakukan pendataan terhadap jumlah korban terdampak serta kerugian yang ditimbulkan. Tim penanggulangan bencana juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan yang berpotensi memicu banjir maupun longsor.
Menurut informasi dari pemerintah daerah, curah hujan yang sangat tinggi menjadi penyebab utama meningkatnya debit sungai. Namun, masyarakat berharap adanya langkah jangka panjang seperti normalisasi sungai, peningkatan kapasitas drainase, serta penataan kawasan bantaran sungai untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Hingga saat ini, kondisi banjir di beberapa wilayah mulai berangsur surut. Meski demikian, warga masih harus membersihkan rumah dan lingkungan dari lumpur yang tersisa, sementara pemerintah terus menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok kepada para korban.
Reporter: DN Media Indonesia.