Harlah ke-8 Bathoro Mayang Nusantoro, Teguhkan Komitmen Melestarikan Seni Budaya Tradisional di Kota Batam

Terkini 31 Aug 2026 15:57 • 5 min read • 109 views • By DNMEDIA
Harlah ke-8 Bathoro Mayang Nusantoro, Teguhkan Komitmen Melestarikan Seni Budaya Tradisional di Kota Batam
Harlah ke-8 Bathoro Mayang Nusantoro, Teguhkan Komitmen Melestarikan Seni Budaya Tradisional di Kota Batam

DNM.INFO BATAM — Sanggar Seni Bathoro Mayang Nusantoro memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-8 pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan yang digelar di halaman parkir Pusdiklat Vihara Amitabha, Batu Ampar, Kota Batam, ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga dan melestarikan seni budaya tradisional di Kota Batam.(30/08/2026)

Sanggar Bathoro Mayang Nusantoro resmi terbentuk pada 18 Agustus 2019. Memasuki usia delapan tahun, perjalanan sanggar tidak terlepas dari semangat para pengurus, anggota, keluarga serta masyarakat yang secara bersama-sama ikut mempertahankan keberadaan seni budaya tradisional.

Selama perjalanan tersebut, Bathoro Mayang Nusantoro tidak hanya menjadi wadah berkesenian, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mempelajari dan mencintai budaya tradisional.

Perayaan Harlah ke-8 turut dihadiri pengurus dan perwakilan berbagai paguyuban Kota Batam. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap keberadaan Bathoro Mayang Nusantoro yang selama ini konsisten bergerak dalam bidang seni budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Paguyuban Kota Batam turut menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas Harlah ke-8 Bathoro Mayang Nusantoro serta memberikan bingkisan sebagai bentuk perhatian, kebersamaan dan dukungan terhadap perjalanan sanggar.

Marji: Generasi Muda Harus Menjadi Penerus Seni Budaya

Ketua Dewan Seni Punggowo, Bapak Marji, memberikan apresiasi terhadap perjalanan Bathoro Mayang Nusantoro yang mampu bertahan dan terus mengembangkan kegiatan seni budaya tradisional.

Menurut Marji, keberadaan kelompok-kelompok kesenian tradisional di Kota Batam memiliki peran penting dalam menjaga kekayaan budaya. Saat ini terdapat sekitar 57 tim kesenian tradisional yang menjadi bagian dari perkembangan seni budaya di Kota Batam.

Marji berharap keberadaan kelompok-kelompok kesenian tersebut dapat terus berkembang dan semakin banyak melibatkan generasi muda.

“Harapan kami, seni budaya tradisional ini jangan sampai berhenti di generasi kami. Anak-anak muda harus diberikan kesempatan untuk belajar, tampil dan mencintai budaya sendiri,” ujar Marji.

Menurutnya, perkembangan zaman dan teknologi tidak seharusnya membuat generasi muda meninggalkan budaya tradisional. Justru kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat yang lebih luas.

Marji juga berpesan kepada generasi muda agar tidak merasa malu untuk mempelajari seni tradisional.

“Jangan malu dengan budaya sendiri. Kita harus bangga karena ini merupakan warisan dari para pendahulu. Kalau bukan generasi muda yang meneruskan, ke depan siapa lagi?” pesannya.

Eko: Bathoro Mayang Nusantoro Harus Semakin Maju

Sementara itu, Ketua Pengurus Sanggar Bathoro Mayang Nusantoro, Eko, menyampaikan rasa syukur karena sanggar yang dipimpinnya telah memasuki usia delapan tahun.

Menurut Eko, perjalanan Bathoro Mayang Nusantoro hingga saat ini merupakan hasil kerja bersama. Dukungan pengurus, anggota, keluarga, masyarakat dan berbagai paguyuban menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sanggar.

“Alhamdulillah, Bathoro Mayang Nusantoro sudah memasuki usia delapan tahun. Tentunya kami sangat bersyukur karena sampai hari ini masih diberikan kesempatan untuk terus berkarya dan melestarikan seni budaya,” kata Eko.

Eko berharap ke depan Bathoro Mayang Nusantoro dapat semakin berkembang dan memiliki ruang yang lebih luas untuk melakukan pembinaan generasi muda.

Ia juga berharap semakin banyak anak-anak dan pemuda yang tertarik untuk bergabung dengan sanggar serta mengenal kesenian tradisional secara langsung.

“Harapan kami ke depan Bathoro Mayang Nusantoro semakin maju, semakin kompak dan semakin banyak generasi muda yang ikut. Kami ingin seni budaya ini tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.

Eko menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para seniman. Dukungan masyarakat, pemerintah, paguyuban dan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar seni budaya tradisional tetap mempunyai ruang untuk berkembang.

Masyarakat: Budaya Tradisional Harus Terus Dikenalkan

Masyarakat yang hadir dalam kegiatan Harlah ke-8 memberikan apresiasi terhadap keberadaan Bathoro Mayang Nusantoro.

Salah seorang masyarakat menilai kegiatan seperti ini memiliki manfaat besar karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal kembali seni budaya tradisional.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Seni budaya jangan sampai hilang. Anak-anak sekarang perlu dikenalkan dengan budaya tradisional agar mereka tahu dan bangga dengan budaya sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan seni budaya juga dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga dan berbagai paguyuban yang ada di Kota Batam.

UMKM Ikut Meramaikan Harlah

Perayaan Harlah ke-8 Bathoro Mayang Nusantoro juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk ikut berpartisipasi.

Sejumlah pelaku usaha memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir.

Salah seorang pelaku UMKM menyampaikan bahwa kegiatan masyarakat seperti ini memberikan kesempatan bagi usaha kecil untuk mendapatkan konsumen sekaligus memperkenalkan produk secara langsung.

“Kami senang bisa ikut dalam kegiatan ini. Ketika masyarakat ramai berkumpul, UMKM juga ikut mendapatkan manfaat. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus ada dan UMKM bisa selalu dilibatkan,” ujarnya.

Kehadiran UMKM menjadi salah satu gambaran bahwa kegiatan seni budaya tidak hanya memberikan manfaat bagi para pelaku seni, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat.

Delapan Tahun Berkarya, Delapan Tahun Menjaga Budaya

Delapan tahun perjalanan Bathoro Mayang Nusantoro menjadi bagian dari perjalanan pelestarian seni budaya tradisional di Kota Batam.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, keberadaan sanggar seni memiliki peran penting untuk menjaga agar kesenian tradisional tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu.

Bathoro Mayang Nusantoro diharapkan terus menjadi wadah bagi para seniman dan generasi muda untuk belajar, berkarya serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya.

Harlah ke-8 ini pun menjadi pengingat bahwa menjaga budaya bukan hanya soal mempertahankan sebuah pertunjukan, tetapi juga menjaga nilai-nilai kebersamaan, kreativitas dan identitas yang diwariskan oleh para pendahulu.

Dengan semangat kebersamaan antara pengurus, anggota, masyarakat, paguyuban, generasi muda dan pelaku UMKM, Bathoro Mayang Nusantoro diharapkan terus tumbuh menjadi salah satu penggerak seni budaya tradisional di Kota Batam.

Selamat Harlah ke-8 Sanggar Bathoro Mayang Nusantoro. Terus berkarya, terus melestarikan budaya, dan terus menanamkan kecintaan terhadap seni tradisional kepada generasi penerus