Hari Pertama Aktivitas Pendidikan Al-Qur’an Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Durai Dimulai, 34 Santri dan Santriwati Siap Menimba Ilmu dan Membentuk Akhlak

Terkini 02 Sep 2026 15:31 • 4 min read • 307 views • By PN22
Hari Pertama Aktivitas Pendidikan Al-Qur’an Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Durai Dimulai, 34 Santri dan Santriwati Siap Menimba Ilmu dan Membentuk Akhlak
Hari Pertama Aktivitas Pendidikan Al-Qur’an Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Durai Dimulai, 34 Santri dan Santriwati Siap Menimba Ilmu dan Membentuk Akhlak

DNM.INFO DURAI, KARIMUN — Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Durai Karimun resmi memulai aktivitas pendidikan Al-Qur’an pada Selasa, 1 September 2026. Hari pertama kegiatan menjadi momentum awal bagi para santri dan santriwati untuk mengenal lingkungan pendidikan, para ustaz, guru pengasuh, sekaligus membangun hubungan yang penuh tata krama, rasa hormat dan kekeluargaan.

Sebanyak 34 santri dan santriwati mengikuti aktivitas pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Babuddawah Darusshofa Karimun.

Hari pertama pendidikan diisi dengan kegiatan pengenalan antara santri dengan ustaz dan guru pengasuh. Selain memperkenalkan lingkungan serta sistem pembelajaran, para santri juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya adab dan tata krama dalam menuntut ilmu.

Hal tersebut menjadi perhatian penting karena pendidikan Al-Qur’an tidak hanya berbicara mengenai kemampuan membaca maupun menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an. Lebih dari itu, pendidikan diharapkan mampu membentuk kepribadian santri agar memiliki akhlak yang baik, menghormati guru, menyayangi sesama, disiplin serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam proses pendidikan, hubungan antara santri, ustaz dan guru pengasuh juga diharapkan terjalin dengan baik. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan bagi para santri dalam menjalani proses menuntut ilmu.

Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Durai hadir sebagai salah satu ikhtiar Yayasan Babuddawah Darusshofa Karimun dalam memberikan ruang pendidikan keagamaan kepada generasi muda, khususnya dalam mendalami Al-Qur’an dan ilmu agama.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, para santri diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, mencintai ilmu, memiliki akhlak mulia serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Pendidikan yang diberikan juga diharapkan tidak berhenti pada lingkungan Rumah Tahfidz. Nilai-nilai yang dipelajari diharapkan dapat diterapkan para santri di rumah, lingkungan pergaulan maupun di tengah kehidupan bermasyarakat.

Yayasan Siapkan Rencana Program Santri Mukim

Seiring dengan dimulainya aktivitas pendidikan Al-Qur’an, Yayasan Babuddawah Darusshofa Karimun juga tengah mempersiapkan rencana untuk membuka program santri mukim.

Program santri mukim ini diperuntukkan bagi santri dan santriwati yang ingin mengikuti pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan agama secara lebih intensif dengan tinggal di lingkungan yang telah dipersiapkan oleh yayasan.

Namun, pembukaan program santri mukim akan dilakukan apabila jumlah pendaftar telah mencapai minimal 10 orang.

Artinya, apabila sudah terdapat 10 calon santri mukim yang mendaftarkan diri, Yayasan Babuddawah Darusshofa Karimun akan mempersiapkan dan membuka program tersebut dengan memperhatikan berbagai kebutuhan pendidikan, pengasuhan serta fasilitas bagi para santri.

Program santri mukim diharapkan nantinya dapat memberikan suasana belajar yang lebih terarah, sehingga santri memiliki kesempatan lebih luas untuk memperdalam Al-Qur’an, tahfidz, ilmu agama, adab dan akhlak.

Dengan sistem pembinaan yang lebih intensif, para santri diharapkan tidak hanya mengejar kemampuan hafalan, tetapi juga memahami pentingnya mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Yayasan Babuddawah Darusshofa Karimun berharap kehadiran program tersebut nantinya dapat menjadi salah satu pilihan bagi para orang tua yang ingin memberikan pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan keagamaan yang lebih mendalam kepada putra-putrinya.

Membangun Generasi Qur’ani

Dimulainya aktivitas pendidikan pada 1 September 2026 menjadi langkah awal bagi Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Durai dalam menjalankan proses pembinaan generasi muda.

Dari 34 santri dan santriwati yang telah mengikuti kegiatan, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ilmu, adab, akhlak dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Yayasan Babuddawah Darusshofa Karimun berkomitmen untuk terus mengembangkan pendidikan Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia dan mencintai Al-Qur’an.

Rencana pembukaan program santri mukim dengan minimal 10 pendaftar juga menjadi bagian dari langkah pengembangan pendidikan tersebut. Dengan dukungan masyarakat dan para orang tua, diharapkan Rumah Tahfidzul Qur’an Darusshofa Durai dapat terus berkembang dan menjadi tempat lahirnya generasi Qur’ani yang mampu membawa ilmu dan kebaikan di tengah masyarakat.

Laporan Redaksi — Kepulauan Riau