Harga Kelapa Anjlok, Petani Mengeluh, Haji Herman Minta Pemerintah Buka Kebebasan Ekspor

Terkini 11 Aug 2026 11:40 2 min read 1 views By PN22
Harga Kelapa Anjlok, Petani Mengeluh, Haji Herman Minta Pemerintah Buka Kebebasan Ekspor
Harga Kelapa Anjlok, Petani Mengeluh, Haji Herman Minta Pemerintah Buka Kebebasan Ekspor

INDRAGIRI HILIR — DNMINFO RIAU - Harga kelapa yang terus mengalami penurunan membuat petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mengeluhkan kondisi yang semakin sulit.(11/8/2026)

Bagi masyarakat Inhil, kelapa bukan sekadar komoditas. Kelapa merupakan sumber utama penghasilan dan menjadi tumpuan hidup ribuan keluarga petani.

Namun saat ini, hasil panen yang diperoleh petani dinilai belum mampu memberikan penghasilan yang layak. Petani harus mengeluarkan tenaga dan biaya untuk merawat kebun, memanen, mengangkut hingga menjual hasil kelapa. Tetapi ketika sampai di pasar, harga yang diterima justru semakin rendah.

Kondisi inilah yang membuat petani kelapa mulai mempertanyakan, bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari jika harga hasil kebun terus jatuh?

Petani berharap pemerintah tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut.

Haji Herman menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Pusat agar segera mencari solusi dan mengambil kebijakan yang benar-benar berpihak kepada petani kelapa.

Salah satu langkah yang didorong adalah membuka kebebasan ekspor kelapa, sehingga hasil produksi petani memiliki pasar yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada pasar dalam negeri.

Menurutnya, semakin luas akses pasar, diharapkan permintaan terhadap kelapa meningkat sehingga dapat memberikan dampak terhadap harga di tingkat petani.

“Kami memohon kepada Pemerintah Pusat, tolong perhatikan nasib petani kelapa. Berikan kami kesempatan untuk mendapatkan pasar yang lebih luas. Kalau ekspor dibuka, kami berharap harga kelapa bisa kembali naik,” demikian aspirasi yang disampaikan.

Petani tidak meminta sesuatu yang berlebihan.

Mereka hanya ingin hasil kerja keras dari kebun sendiri cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Mulai dari membeli beras, membayar biaya sekolah anak, kebutuhan rumah tangga, hingga biaya perawatan kebun, semuanya bergantung pada hasil penjualan kelapa.

Karena itu, masyarakat meminta agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir segera duduk bersama mencari solusi konkret terhadap persoalan harga kelapa.

Jangan sampai petani yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah justru semakin terpuruk karena harga hasil panennya tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup.

Harapan masyarakat jelas:

Harga kelapa segera dinaikkan ke tingkat yang layak. Pasar diperluas. Petani dilindungi. Dan kesejahteraan keluarga petani harus menjadi perhatian pemerintah.

Sebab bagi petani kelapa, harga yang layak bukan sekadar soal keuntungan—tetapi soal bagaimana mereka bisa bertahan hidup dan menghidupi keluarganya setiap hari.

 
 

Recent Articles