Empat Nelayan Hilang Usai Kapal Terbalik di Perairan Pulau Pengikik Bintan

Terkini 11 Aug 2026 16:35 2 min read 39 views By DNMEDIA
Empat Nelayan Hilang Usai Kapal Terbalik di Perairan Pulau Pengikik Bintan
Empat Nelayan Hilang Usai Kapal Terbalik di Perairan Pulau Pengikik Bintan

BINTAN – DNM INFO KEPRI - Musibah laut terjadi di perairan sekitar Pulau Pengikik, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Sebuah kapal nelayan KM Putra Buluh mengalami kecelakaan hingga terbalik setelah diterjang kondisi laut yang buruk.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 8 Agustus 2026, ketika kapal yang membawa sejumlah nelayan tengah berada di kawasan perairan tersebut.

Informasi mengenai kecelakaan ini kemudian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang setelah adanya laporan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri.

Dari laporan awal, kapal sebelumnya berangkat dari Tanjung Pandan, Pulau Belitung, pada Senin, 3 Agustus 2026. Kapal tersebut kemudian menuju kawasan perairan Pulau Pengikik untuk melakukan aktivitas mencari ikan.

Namun, beberapa hari setelah berada di laut, kondisi cuaca memburuk. Gelombang tinggi dan cuaca yang kurang bersahabat diduga membuat kapal mengalami masalah hingga akhirnya terbalik.

Dalam kondisi darurat tersebut, seorang awak kapal bernama Khairul (30 tahun) berhasil menyelamatkan diri dengan memanfaatkan perlengkapan kapal sebagai alat bantu untuk tetap bertahan di tengah laut.

Khairul kemudian ditemukan oleh kapal nelayan lain yang berada di sekitar lokasi. Sementara itu, beberapa awak kapal lainnya belum diketahui keberadaannya.

Hingga Senin malam, 10 Agustus 2026, empat nelayan masih dinyatakan hilang dan terus dalam pencarian. Mereka di antaranya Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), dan Muhammad Irfan (28), sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian dan pendataan.

Tim SAR Tanjungpinang bersama sejumlah unsur terkait langsung melakukan koordinasi untuk memperluas pencarian. Upaya tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk Basarnas, HNSI Kepri, TNI/Polri, serta unsur nelayan dan pemilik kapal.

Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus dan kemungkinan korban terbawa arus menjauh dari lokasi awal kecelakaan.

Pihak SAR juga terus memantau perkembangan informasi dari masyarakat maupun kapal-kapal yang berada di sekitar perairan Bintan dan wilayah sekitarnya.

Hingga saat ini, pencarian terhadap empat nelayan yang masih hilang terus dilakukan. Tim gabungan berharap para korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.