BBKSDA Riau Kirim Kandang Perangkap untuk Evakuasi Harimau yang Resahkan Warga di Pulau Burung

Terkini 11 Aug 2026 16:00 2 min read 25 views By Kutipan DNMEDIAINFO
BBKSDA Riau Kirim Kandang Perangkap untuk Evakuasi Harimau yang Resahkan Warga di Pulau Burung
BBKSDA Riau dapat meningkatkan pemantauan di lokasi dan mengambil langkah cepat untuk mengamankan kawasan yang menjadi aktivitas masyarakat.

INDRAGIRI HILIR – Kekhawatiran masyarakat di Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terus meningkat menyusul keberadaan harimau yang masih berkeliaran di sekitar wilayah aktivitas warga.

Keberadaan satwa liar tersebut membuat masyarakat merasa tidak tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Terlebih, sebagian warga harus tetap keluar rumah untuk bekerja dan mencari nafkah di kawasan yang dikhawatirkan menjadi jalur pergerakan harimau.

Rasa cemas semakin dirasakan warga karena harimau tersebut dilaporkan masih berkeliaran. Kondisi ini membuat masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah nyata agar keberadaan satwa tersebut tidak sampai membahayakan keselamatan warga.

Menanggapi situasi tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengirimkan kandang perangkap ke Desa Sungai Danai untuk mendukung upaya evakuasi harimau.

Kandang perangkap itu dikirim dari Tembilahan menggunakan speedboat pada Senin, 10 Agustus 2026. Kandang tersebut memiliki ukuran panjang 180 sentimeter, lebar 70 sentimeter, dan tinggi 100 sentimeter, dengan berat mencapai 135 kilogram.

Pengiriman kandang perangkap ini menjadi salah satu langkah dalam penanganan keberadaan harimau yang telah membuat masyarakat resah. Warga berharap kandang tersebut dapat segera digunakan dan proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman.

Masyarakat juga meminta pemerintah setempat untuk tidak menunggu sampai terjadi korban. Mereka berharap pemerintah daerah bersama BBKSDA Riau dapat meningkatkan pemantauan di lokasi dan mengambil langkah cepat untuk mengamankan kawasan yang menjadi aktivitas masyarakat.

Warga yang setiap hari harus bekerja mengaku berada dalam situasi sulit. Di satu sisi, mereka harus tetap menjalankan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, namun di sisi lain terdapat kekhawatiran terhadap keselamatan akibat harimau yang masih berkeliaran.

Karena itu, masyarakat meminta adanya jaminan keamanan dan penanganan yang lebih cepat, termasuk melakukan pemantauan di titik-titik yang berpotensi menjadi jalur kemunculan harimau.

Warga juga berharap pemerintah setempat dapat berkoordinasi secara intensif dengan BBKSDA Riau dan pihak terkait lainnya, sehingga proses evakuasi tidak hanya dilakukan ketika harimau kembali muncul, tetapi juga disertai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko pertemuan antara satwa liar dan masyarakat.

Masyarakat mengingatkan bahwa aktivitas warga di wilayah tersebut tidak bisa dihentikan begitu saja. Mereka tetap harus bekerja, berkebun, mencari nafkah, dan menjalankan kegiatan sehari-hari.

Untuk itu, warga meminta pemerintah segera menyelesaikan persoalan keberadaan harimau tersebut secara aman, cepat, dan terukur, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas tanpa dihantui rasa takut.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan tindakan sendiri terhadap harimau dan segera melaporkan setiap kemunculan kepada pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan oleh tim yang memiliki kemampuan dan kewenangan.